Indonesia Masuk Lima Besar Eksportir Gas Alam Cair di Dunia

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2019-03-06
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mencatat dengan produksi dan cadangan gas yang dimiliki Indonesia saat ini. Indonesia merupakan salah satu lima besar eksportir gas alam cair di dunia.

 

Kepala SKK Migas, Dwi Sucipto menjelaskan saat ini Asia Pasifik memiliki 9,4 persen dari cadangan gas dunia di mana Cina memiliki 2,9 persen dan Indonesia memiliki 1,53 persen dari cadangan gas dunia. Dengan potensi ini, kata Dwi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan dan potensi gas yang cukup memadai. Hal ini perlu dikembangkan agar Indonesia menjadi pemain utama di gas bumi.

"Dalam mengelola cadangan gas, kami mencoba yang terbaik untuk menemukan lebih banyak sumber daya gas dan menemukan jalan menuju mentransfer sumber daya menjadi cadangan terbukti," Dwi di Hotel Pullman, Selasa (5/3).

Di sisi penawaran, tambahnya, Pemerintah Indonesia sedang mengembangkan pasokan gas untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Di sisi ekonomi, pemerintah berusaha untuk memastikan bahwa aktivitas hulu gas masih menarik bagi investor. Misalnya, dengan mempercepat pemanfaatan gas domestik.

"Pemanfaatan gas dalam negeri oleh Desember 2018 mencapai 59,9 persen dari total gas yang dimonetisasi. Meningkatkan permintaan penciptaan gas alam juga merupakan cara untuk mempercepat gas domestik menggunakan," ujar Dwi.

Senada dengan Dwi, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menjelaskan saat ini total cadangan gas di Indonesia ada sebesar 135,55 TSCF (Triliun Standar Kaki Kubik). Ia mengatakan total cadangan tersebut merupakan data terakhir pada 1 Januari 2018. Setidaknya ada sekitar sembilan lapangan gas yang berkontribusi besar untuk cadangan gas Indonesia dan sisanya merupakan lapangan kecil.

Total cadangan 135,55 TSCF itu terdiri dari cadangan terbukti atau P1 sebesar 99,06 TSCF, cadangan mungkin atau P2 sebesar 21,26 TSCF dan cadangan harapan atau P3 sebesar 18,23 TSCF.

Sejak hari ini lanjut Djoko, pemerintah telah menggeser penetrasi energi dari awalnya dominan minyak bumi menjadi dominan gas bumi. Pemerintah Indonesia pun terus berupaya meningkatkan pasokan gas untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

"Kami berusaha sebaik mungkin untuk menemukan lebih banyak sumber daya gas dan menemukan cara untuk mentransfer sumber daya menjadi cadangan terbukti," jelas Djoko. (ant)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Harga Cabai Rawit di Gorontalo Kembali Normal
  • Presiden Minta Stabilitas Harga Pangan Dijaga Jelang Puasa
  • Kebijakan tolak impor bawang putih perkuat petani lokal
  • Sumut siapkan stok beras 61.500 ton
  • Sekabel siap bentuk Dewan Kayu Indonesia tingkatkan ekspor
  • Tolak Impor Bawang Putih, Pemerintah Diapresiasi Petani
  • Jelang Puasa, Harga Telur Masih Stabil di Pasar Tradisional
  • 7 Perusahaan Dapat Kuota Impor Bawang Putih 100.000 Ton
  • Ekonom: Awasi Imbal Balik Operasi Pasar Bawang Putih
  • Pemerintah Ubah Formula Harga Gas Elpiji
  • Pemerintah Berupaya Menjaga Daya Beli pada Bulan Ramadan
  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Timor Leste
  • Pantauan Harga Pangan Pasar Hari ini: Bawang Merah dan Putih Turun, Cabai Naik Tipis
  • Importir Klaim Harga Bawang Putih Sudah Turun
  • Genjot Ekspor, Kementan Gandeng 14 Instansi di Papua Barat
  • Kemendag Akan Turunkan Harga Bawang Putih Secara Bertahap
  • Tekan Harga, Kemendag Operasi Pasar Bawang Putih Tiap Hari
  • Gelar Operasi Pasar, Kemendag Jual Bawang Putih Rp20 Ribu/Kg
  • Kementan Targetkan Nilai Ekspor Pertanian Meningkat
  • Kementan Perpanjang Operasi Pasar Bawang