Penyediaan Listrik PLN Bantu Nelayan Tingkatkan Nilai Tambah

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Energi | 2019-03-06
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Dalam industri perikanan baik perikanan laut maupun tambak, kehadiran cold storage atau gudang berpendingin sangat krusial. Dengan cold storage, nelayan atau petambak bisa menyimpan hasil tangkapannya relatif lebih lama, sehingga nilai ekonomisnya tidak menyusut akibat proses pembusukan alamiah.

PT PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan pasokan dan ketersediaan listrik untuk operasional cold storage. Dengan menggunakan listrik PLN dibandingkan genset, pengelola cold storage memperoleh manfaat berlipat.

Antara lain dari nilai tambah secara ekonomis, produk perikanan yang lebih tahan lama, akan dapat diolah menjadi fillet, nugget, dan bakso udang/ikan.

Branch Manager PT Perikanan Nusantara Cabang
Makassar, Ferdinand Wenno mengatakan, selain pasokan listrik yang lebih terjamin, penghematan biayanya juga besar. Menurutnya, sebelum didukung PLN, biaya operasional kapal floating cold storage Perinus yang sudah bersandar di Untia selama setahun sangat mahal.

Dengan perhitungan menyala 250 jam, penggunaan listrik dari PLN menjadikan Perinus menghemat Rp138 juta per bulannya. "Karena memakai genset solar, biaya operasional dan pemeliharaannya mencapai Rp 200 juta per bulan," urai Ferdinand melalui keterangan resminya, Selasa (5/3).

Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) Hasanuddin Yasni juga menilai penghematan penggunaan listrik PLN untuk cold storage
mencapai dua kali lipat. Berdasarkan data ARPI pada Oktober 2017, kapasitas cold storage untuk perikanan mencapai 200 ribu ton, masih jauh dari kebutuhan nasional yang memerlukan kapasitas penyimpanan mencapai 1,7 juta ton.

"Daerah-daerah yang urgent membutuhkan cold storage di timur yaitu NTB dari Lombok sampai Sumbawa, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat, Sulawesi Utara sampai Selatan, Maluku mencakup Ambon dan Ambon Utara, lalu Papua di Sorong dan Timika. Demikian juga daerah Sumatera membutuhkan cold storage untuk hasil pertanian seperti Lampung, Palembang, dan Riau yang besar produksi peternakannya," urainya.

Sementara itu, Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka menjelaskan, PLN juga sudah menyiapkan fasilitas kelistrikan untuk pulau-pulau terluar di Indonesia, termasuk yang terpisah dari daratan. Untuk itu sistem yang digunakan adalah island system, yang berarti sistem kelistrikan tersebut hanya berlaku di pulau atau daerah tersebut.

Dengan penyediaan listrik di wilayah Indonesia Timur, maka peluang untuk membangun cold storage, menjadi implementasi juga dari program pengadaan listrik 35 ribu MW. "Operasionalisasinya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Karena itu disesuaikan dengan sumber energi yang tersedia apakah dari energi matahari (surya), atau tenaga angin, maka akan menjadi tenaga hybrid yang menjadikannya sebagai energy mix (bauran energi)," jelas Made.

Sebagai informasi, pada Juni 2017 PLN bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, memenuhi kebutuhan tenaga listrik di setiap lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Dalam kerja sama itu, PLN menyediakan listrik di 12 pulau kecil serta kawasan perbatasan yang meliputi Natuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Mimika, Rote Ndao, Sumba Timur dan Sabang.

"Project ini juga digunakan untuk pengoperasian cold storage, tempat singgah nelayan, pabrik es, sumur, gudang rumput laut hingga tambak serba guna," papar Made.

Sedangkan, pada 18 Mei 2018, PLN menyediakan listrik untuk floating cold storage pertama di Indonesia milik PT Perikanan Nusantara (persero) di Pelabuhan Untia, Makassar, Sulawesi Selatan. Pasokan listrik PLN ke Floating Cold Storage tersebut mencapai 240 kilo Volt Amper (kVA) menggunakan alat Automatic Secionalizing Switch. (mer)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • PLN Tembus Desa Terluar di Kabupaten Kupang
  • 12 PLTSa Ditargetkan Beroperasi pada 2022
  • BBM Satu Harga Hadir di Kabupaten Asmat
  • Atasi Penurunan Produksi, Pertamina Agresif Bor Sumur di Blok Mahakam
  • Empat Daerah Akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Tahun Ini
  • LPG 3 Kg Langka di Wonogiri, Pertamina Siapkan Tambahan 40.320 Tabung
  • Pertamina Resmikan SPBU Kompak di Asmat
  • PLN Bengkayang Laksanakan Program Perang Padam
  • PLN: Listrik di Kalimantan Siap Tunjang Kehadiran Ibu Kota Baru
  • Harga Gas Indonesia Kompetitif dan Stabil di Asia Tenggara
  • Penyalur BBM Satu Harga akan Ditambah hingga 500 Titik
  • Pertamina Hadirkan BBM Satu Harga di Distrik Mapia Papua
  • ESDM Dorong Sawit Jadi Energi Ramah Lingkungan
  • Pembangkit Skala Kecil Pertama Indonesia Beroperasi di Dieng
  • Pemerintah Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
  • Pertamina Pastikan Layanan BBM Aman di Malut Pascagempa 7 SR
  • PLN Kembangkan PLTS Terapung di Cirata
  • Pembangkit Listrik Batu Bara Terbesar RI Beroperasi Oktober 2019
  • Kementerian ESDM Dorong Percepatan Realisasi Megaproyek 35.000 MW
  • PLTA Batang Toru Ditargetkan Rampung 2022