Harga Ayam Anjlok, Kementan: Pasokan Terlalu Banyak

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2019-03-07
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) buka suara terkait anjloknya harga ayam hidup di pasaran dalam beberapa waktu terakhir. Anjloknya harga ayam hidup menurut Kementan disebabkan pasokan yang meningkat tanpa diimbangi permintaan yang serupa.

“Ini semata-mata demand yang turun di bulan ini. Hal seperti ini terjadi dari tahun ke tahun, biasanya memang Maret terjadi penurunan,” kata Direktur Jenderal Peternakan Kementan I Ketut Diarmita kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (6/3).

Ketut menjelaskan, sebagian peternak telah menyiapkan stok ayam lebih dari permintaan biasanya untuk menyambut musim kampanye pemilihan umum (pemilu).

Kendati demikian, kata dia, kegiatan kampanye di Pemilu 2019 ini belum mendongkrak permintaan ayam meninggi. Sebab, mayoritas aktivitas kampanye tidak memanfaatkan sektor catering maupun nasi bungkus dengan lauk ayam.

Dia menegaskan tidak ada over supply day old chicken (DOC) karena hanya semata-mata permasalahan kebutuhan. Sehingga penyediaan stok ayam untuk kegiatan pemilu, kata dia, merupakan target bisnis yang meleset.

Untuk meningkatkan efektivitas harga ayam dan gejolak harga di pasar, pihaknya mengimbau peternak mandiri untuk mengikuti kemitraan. “Jadi kalau ada kawan kita (peternak) beternak mandiri, ketika harga jatuh mereka jadi terkena imbasnya sendiri,” kata Ketut.

 

Dia meyakini harga ayam di tingkat peternak dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan. Sebab, dia mengklaim terjadi sejumlah peningkatan harga di beberapa sentra peternakan ayam salah satunya di Jawa Tengah dari semula Rp 17 ribu menjadi Rp 19 ribu.

Menurutnya, dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan harga ayam di tingkat petani dapat mengalami peningkatan mencapai Rp 20 ribu. Adapun berdasarkan harga sampai Maret dalam Harga Pokok Penjualan (HPP) berkisar Rp 20 ribu-Rp 22 ribu.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau beberapa langkah kepada peternak untuk mengatasi persoalan harga. Antara lain memastikan kapasitas tampung cold storage kapasitas rumah potong hewan unggas (RPHU), penundaan setting telur ayam selama 1-2 minghu, peningkatan kualitas DOC bersertifikat, hingga optimalisasi peran duta ayam. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Harga Cabai Rawit di Gorontalo Kembali Normal
  • Presiden Minta Stabilitas Harga Pangan Dijaga Jelang Puasa
  • Kebijakan tolak impor bawang putih perkuat petani lokal
  • Sumut siapkan stok beras 61.500 ton
  • Sekabel siap bentuk Dewan Kayu Indonesia tingkatkan ekspor
  • Tolak Impor Bawang Putih, Pemerintah Diapresiasi Petani
  • Jelang Puasa, Harga Telur Masih Stabil di Pasar Tradisional
  • 7 Perusahaan Dapat Kuota Impor Bawang Putih 100.000 Ton
  • Ekonom: Awasi Imbal Balik Operasi Pasar Bawang Putih
  • Pemerintah Ubah Formula Harga Gas Elpiji
  • Pemerintah Berupaya Menjaga Daya Beli pada Bulan Ramadan
  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Timor Leste
  • Pantauan Harga Pangan Pasar Hari ini: Bawang Merah dan Putih Turun, Cabai Naik Tipis
  • Importir Klaim Harga Bawang Putih Sudah Turun
  • Genjot Ekspor, Kementan Gandeng 14 Instansi di Papua Barat
  • Kemendag Akan Turunkan Harga Bawang Putih Secara Bertahap
  • Tekan Harga, Kemendag Operasi Pasar Bawang Putih Tiap Hari
  • Gelar Operasi Pasar, Kemendag Jual Bawang Putih Rp20 Ribu/Kg
  • Kementan Targetkan Nilai Ekspor Pertanian Meningkat
  • Kementan Perpanjang Operasi Pasar Bawang