Presiden Serahkan 16 Ribu Sertifikat Pekerja Konstruksi

0 Pengunjung | Energi dan Kependudukan | Ketenagakerjaan | 2019-03-13
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran sertifikat elektronik tenaga kerja konstruksi Indonesia, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/3). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan 16 ribu sertifikat kompetensi kepada perwakilan pekerja konstruksi. 

"Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk di bidang konstruksi," kata Jokowi dalam sambutannya. Ia meyakini, jika semakin banyak pekerja konstruksi yang bersertifikat, mutu dan kualitas pembangunan infrastruktur akan semakin meningkat.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menyampaikan, hingga akhir 2018 Indonesia memiliki 616 ribu pekerja konstruksi bersertifikat dari total 8,3 juta pekerja konstruksi. Tahun ini, Kementerian PUPR tahun ini menargetkan ada 512 ribu orang tenaga kerja konstruksi bersertifikat atau 10 kali lipat dari rata-rata capaian tahunan program sertifikasi dari tahun 2015-2018 sebanyak 50 ribu orang setiap tahun. 

Untuk mengejar penambahan target tersebut, Kementerian PUPR berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudaayaan, Kementerian Ristekdikti, Kementrian Hukum dan HAM, Kementerian Ketenagakerjaan, untuk melaksanakan revitalisasi pendidikan kejuruan dan vokasi.

Presiden Jokowi menyambut baik kolaborasi tersebut. "Saya mengapresiasi kerja sama antara Kementerian PUPR dan beberapa kementerian lain yang telah menggagas revitalisasi pendidikan kejuruan. Kerja sama seperti ini perlu terus dikembangkan untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing," kata Jokowi. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, peluncuran sertifikat elektronik merupakan tindak lanjut atas perintah Presiden Joko Widodo pada acara percepatan sertifikasi 10 ribu tenaga kerja konstruksi pada 31 Oktober 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran. Sertifikat elektronik ini juga diluncurkan sebagai upaya menyambut revolusi industri 4.0. 

"Jadi sertifikat yang mereka bawa ini nanti akan disimpan di rumah karena semua sertifikat sudah ada di handphone, itu yang kita namakan dengan sertifikasi elektronik," katanya.

Sebelum dilakukan penyerahan sertifikat ini, dari periode bulan Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019, Kementerian PUPR sudah melakukan sertifikasi terhadap 127.846 tenaga kerja konstruksi, yang terdiri atas 84.774 orang tenaga terampil dan 43.072 orang tenaga ahli. Sertifikasi juga dilakukan terhadap warga binaan yang memenuhi syarat yang saat ini sudah berjumlah 3.267 orang di 53 Lembaga Pemasyarakatan. (ant)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Upah Buruh Tani pada Maret Naik 0,17%
  • Kemenaker Prioritaskan Pembangunan SDM melalui Pelatihan Vokasi
  • Jokowi Sebut Makassar New Port Serap Tenaga Kerja
  • 98 Persen Pekerja Proyek PLTU Lontar dari Lokal
  • BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Pekerja di Kepulauan Natuna
  • Menaker: Angka Pengangguran SMK Menurun
  • Industri Hasil Tembakau Serap 5,98 Juta Tenaga Kerja
  • Pemerintah Jemput Bola Sertifikasi Pekerja Konstruksi di Pelosok
  • Kementerian PUPR Dorong Uji Sertifikasi Pekerja Konstruksi
  • BPS : Upah Nominal Harian Buruh Tani Februari 2019 Naik
  • Lapangan Kerja Industri Pertambangan Tetap Dibutuhkan
  • Diresmikan, KEK Tanjung Kelayang Serap 23.645 Tenaga Kerja
  • Presiden Serahkan 16 Ribu Sertifikat Pekerja Konstruksi
  • Jokowi Bakal Serahkan Sertifikat ke 16.000 Tenaga Kerja Konstruksi
  • Tenaga Kerja Industri Manufaktur Meningkat Sepanjang 2018
  • Sejak 2017, Program Vokasi Industri Telah Gaet 400.000 Siswa SMK
  • Australia Tambah 5.000 Kuota Visa Bagi Tenaga Kerja RI
  • Kemendes Komitmen Tingkatkan SDM Melalui Balai Pengembangan
  • Program Desa Migrasi Produktif Tekan Pengiriman TKI Ilegal
  • Vokasi Jadi Fokus untuk Tingkatkan Produktivitas Pekerja