Revitalisasi Pasar Diyakini Tambah Penerimaan Daerah

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-03-14
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Di tengah penurunan ekspor, geliat ekonomi rakyat secara domestik menjadi harapan baru. Program revitalisasi pasar yang tengah digencarkan pemerintah dinilai akan membawa dampak baik, tidak hanya dalam menambah omzet pasar, namun juga meningkatkan penerimaan daerah setempat.

Ekonom dari Universitas Brawijaya Candra Fajri Ananda mengungkapkan, revitalisasi pasar bisa membuat penerimaan daerah bertambah dikarenakan adanya peningkatan retribusi pajak. Peningkatan retribusi ini terjadi karena manajemen pasar telah lebih teratur, di samping kegiatan ekonomi meningkat karena kapasitas pasar yang bertambah.

"Pajak daerah pasti naik. Kalau pasar tradisional itu direvitalisasi, mereka pasti ada retribusi pasar. In general, pajak daerah pasti naik. Semua diuntungkan," ujar Ananda melalui keterangan tertulis, Kamis (14/3).

Tidak hanya daerah, Candra menambahkan, revitalisasi pasar diyakini juga membuat omzet tempat jual-beli tersebut bertambah. Tak ayal ini juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, meskipun baik, memang masih dibutuhkan upaya lebih keras untuk bisa membuat pasar rakyat mampu bersaing dengan pasar-pasar modern besutan korporasi. Bagaimanapun, dari sisi manajemen dan suplai, pasar modern yang memiliki manajemen tunggal lebih unggul dibandingkan pasar rakyat yang terdiri atas banyak pengelola kios.

Dampak positif bagi daerah dari adanya pasar-pasar yang direvitalisasi pun turut diakui oleh para pengelola pasar. Pengelola Pasar Rakyat Purbolinggo, Lampung Timur, Budi Hariyanto menilai, revitalisasi pasar membawa dampak positif perekonomian di daerah. Hal ini tidak hanya bersumber dari kualitas pelayanan pasar yang meningkat, melainkan juga ada perbaikan dari sisi manajemen pengelolaan. (sin)

- Tag : Industri

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Dorong Ekspor Dalam Bentuk Olahan Biji Pinang Asal Kalbar
  • Realisasi KUR Sektor Peternakan 2019 Capai Rp 3,42 Triliun
  • Indonesia Siap Lawan Hama Ulat Grayak Jagung
  • Luncurkan Bun 500, Mentan: Pendapatan Petani Bisa Meningkat
  • Desa di Indramayu Didorong Lahirkan Inovasi Desa
  • Optimalisasi Sumber Air untuk Cegah Kekeringan dan Tingkatkan IP
  • Luhut: Jangan Dikte Kebijakan Pemerintah Soal Sawit
  • Tingkatkan Pasokan Dalam Negeri, Pabrik Garam Industri Disiapkan
  • Akses Sumber Pembiayaan, Kementan Perluas Peran FPPS
  • Kementan hingga Pengusaha Bahas Ketahanan Pangan RI di Perbatasan
  • Kementan Rancang Pembangunan Gudang Pangan
  • Bekraf Siapkan Enam Langkah Strategis Bangun Kawasan Kreatif
  • Kartu Sembako Murah Perluas Jumlah Penerima
  • BI: Indonesia Jadi Destinasi Investasi Global
  • Importir Garam Nakal Perlu Diawasi
  • Kemendag Kaji Ulang Aturan Soal Garam Industri
  • Pemerintahan Kedua Jokowi Dinilai Bisa Gairahkan Investasi
  • Dekan Pertanian UGM Dukung Pengembangan Pertanian Modern
  • Pemerintah Dorong Penggunaan Teknologi Konstruksi Bawah Tanah
  • Pertemuan Jokowi dan Prabowo Beri Sinyal Positif Buat Ekonomi RI