Pemerintah Pastikan Impor Daging Kerbau Aman

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2019-03-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Tahun ini, pemerintah kembali mengimpor daging kerbau beku dari India untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Namun, di saat bersamaan, penyakit mulut dan kuku (PMK) kerbau masih mewabah ternak kerbau di India. Meski begitu, Menteri Koordinator Perkonomian, Darmin Nasution, memastikan, impor daging kerbau tersebut akan tetap aman.

“Urusan penyakit mulu dan kuku, itu tidak serius masalahnya, karena sumber penyakitnya itu kalau sudah dimasak hilang,” kata Darmi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (15/3).

Darmin menjelaskan, impor daging kerbau akan menjadi masalah jika didatangkan dalam keadaan hidup. Sebab, wabah penyakit masih bisa terbawa. Di satu sisi, impor hewan dalam keadaan hidup harus dimasukkan ke area karantina khusus terlebih dahulu. Sementara, pemerintah belum memiliki pulau khusus karantina.

Sejauh ini, Darmin mengatakan, pemerintah sudah mengimpor sapi bakalan dari Australia. Namun, sapi hidup yang berasal Australia aman dari PMK karena negara tersebut telah dinyatakan bebas PMK. “Impor sapi bakalan harus dari negara yang bebas hidup,” ujar Darmin.

Karenanya, Darmin menilai, kebijakan impor daging kerbau tahun ini tidak akan membawa wabah penyakit. Sebab, daging diimpor dalam bentuk beku sehingga aman dari penyakit.

Sebagaimana diketahui, tahun ini pemerintah memberikan kuota impor daging kerbau beku dari India sebanyak 100 ribu ton. Proses impor akan dilakukan langsung oleh Perum Bulog. Adapun kebijakan impor daging kerbau telah diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Perekonomian akhir tahun lalu.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, mengatakan, persetujuan impor sudah diterbitkan dan berlaku hingga akhir tahun. “PI sudah diterbitkan kepada Bulog sebanyak 100 ribu ton. Realisasinya, silakan tanya Bulog,” kata Oke dikonfirmasi Republika.co.id.

Sejumlah media lokal di India menyatakan, wabah PMK kembali menyerang ternak kerbau di tiga distrik wilayah India pada Januari lalu. Tiga distrik terebut yakni di Rajasthan, Punjab, dan Uttar. Serangan wabah itu terjadi berhubung India merupakan negara yang belum terbebas dari penyakit PMK.

Akibat pemberitaan itu, Kementerian Pertanian mengirim surat kepada Kedutaan Besar India di Jakarta. Surat tersebut dikhususkan untuk meminta penjelasan kepada Pemerintah India karena wabah PMK itu membuat Kementan harus memastikan impor daging kerbau beku yang bakal direalisasikan Bulog aman. (rep)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Kementan Upayakan Antisipasi Harga Ayam yang Anjlok
  • Surplus Neraca Perdagangan Pertanian RI ke Jepang Meningkat
  • Operasi Pasar Diperpanjang, Darmin: Agar Kualitas Terjaga
  • Genjot Penyaluran, Operasi Pasar Beras Diperpanjang
  • BPS: Ekspor Pertanian Menunjukkan Tren Positif
  • Kinerja Kementan Genjot Ekspor Pertanian Diapresiasi DPD
  • Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 210 Juta Dolar AS
  • Kementan Catat Ekspor Komoditas Pertanian Meningkat Kuartal I/2019
  • KKP: Ekspor Perikanan Sulawesi Selatan Naik 600 Persen
  • Kemendag Berkomitmen Normalkan Harga Ayam Peternak
  • Pemerintah Bantah Produk Impor Pertanian China Banjiri Pasar Indonesia
  • TTIC Kementan direplikasi untuk Stabilisasi Harga Pangan
  • Cara Start-up Tani Jaga Stabilitas Harga Ayam
  • Sebanyak 1,7 Juta Tanaman Hias dari Mojokerto Diekspor
  • Kementan Persiapkan Ekspor Perdana Buah Naga ke Cina
  • Mentan: Harga Live Bird Ayam Ras Harus Sesuai Acuan
  • Alpukat Probolinggo Siap Tembus Pasar Jepang dan Eropa
  • 38 Importir Bawang Putih Masuk Blacklist, 15 Bermasalah
  • Kementan Bantah Bawang Putih Mahal Karena Wajib Tanam
  • Ekonomi Stabil, Indonesia Siap Raup Untung dari Perang Dagang