Stabilisasi Harga Daging Ayam Lewat Strategi Berbasis Kemitraan

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Perdagangan | 2019-03-16
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengambil sejumlah langkah berbasis kemitraan peternak-integrator untuk menstabilkan harga daging ayam. Hal pertama yakni memastikan kondisi kapasitas tampung cold storage di masing-masing pelaku usaha.

“Ditjen PKH menghimbau para integrator untuk memaksimalkan kapasitas pemotongan di RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan kapasitas Cold Storage. Hasil usaha sebaiknya tidak lagi dijual sebagai ayam segar atau fresh commodity, melainkan ayam beku, ayam olahan, ataupun inovasi produk lainnya,” ungkap Direktur Jenderal PKH I Ketut Diarmita dalam keterangan pers, Jumat (15/3/2019).

Selain itu, I Ketut meminta kepada pihak integrator untuk tidak menjual ayam hidup ke pasar tradisonal. “JIka hal ini dilaksanakan dengan baik, maka harga di peternak (Farm Gate) dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Langkah lain yang dilakukan, Ditjen PKH menginstruksikan penundaan setting telur ayam tetas atau Hetching Egg (HE) selama 1-2 minggu untuk semua perusahaan Parent Stock. Selain itu, pihaknya menghimbau kepada para pelaku usaha pembibit untuk meningkatkan kualitas DOC (Day Old Chicken) atau anak ayam umur sehari dengan menerapkan sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia).

“DOC itu seharusnya berkualitas A. Kalau kualitas di bawah itu, seperti B dan C, maka akan membutuhkan pakan lebih banyak dan produktivitasnya pun rendah. Agar biaya produksi rendah, maka DOC harus memiliki grade A,” terang I Ketut.

Lebih lanjut, I Ketut mengharapkan para pelaku usaha, terutama integrator untuk dapat memanfaatkan secara optimal peran duta ayam dan telur dalam rangka promosi konsumsi produk unggas serta menggalakkan kampanye konsumsi protein hewani agar dapat mendongkrak naiknya konsumsi per kapita per tahun.

"Dengan meningkatnya konsumsi protein hewani, maka akan berdampak terhadap peningkatan permintaan produk hewan, termasuk daging unggas, sehingga dapat meningkatkan serapan pasokan unggas di dalam negeri. Saya berharap semua pihak perunggasan terutama industri perunggasan terus meningkatkan kampanye tentang pentingnya konsumsi protein hewani," imbau I Ketut Diarmita. (sin)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Timor Leste
  • Pantauan Harga Pangan Pasar Hari ini: Bawang Merah dan Putih Turun, Cabai Naik Tipis
  • Importir Klaim Harga Bawang Putih Sudah Turun
  • Genjot Ekspor, Kementan Gandeng 14 Instansi di Papua Barat
  • Kemendag Akan Turunkan Harga Bawang Putih Secara Bertahap
  • Tekan Harga, Kemendag Operasi Pasar Bawang Putih Tiap Hari
  • Gelar Operasi Pasar, Kemendag Jual Bawang Putih Rp20 Ribu/Kg
  • Kementan Targetkan Nilai Ekspor Pertanian Meningkat
  • Kementan Perpanjang Operasi Pasar Bawang
  • Kemenko Ingin Pastikan Stok dan Harga Bawang Putih
  • Mendag Tegaskan Impor Tidak Bisa Dilarang
  • Ribuan Paket Pangan Murah Bulog Jabar Diserbu Masyarakat
  • Kementan Ekspor Pisang dan Nanas ke Cina dan Spanyol
  • Padukan Tol Laut dan Darat Diyakini Mampu Tekan Disparitas Harga
  • Gelar Operasi Pasar Bawang, Kementan: Harga Berangsur Turun
  • BUMDes di Flores Timur Bantu Pasarkan Hasil Bumi Petani
  • Mentan: Ekspor Komoditas Asal Sulsel Tembus Rp 800 Miliar
  • Komoditas Pertanian Diekspor ke Daerah Perbatasan
  • Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang 46 Titik di Jakarta
  • Kementan Lepas Ekspor Pangan dari NTT