Kemenperin Akan Genjot Produksi Gula

0 Pengunjung | Indakop dan Hubpartel | Industri | 2019-03-17
SHARE : |

Net-Media-Ekonomi.com - Kementerian Perindustrian akan menggenjot produksi gula industri pada tahun ini. Beberapa cara yang ditempuh kementerian adalah pembatasan impor gula industri dan insentif pendirian pabrik pengolahan gula di luar pulau Jawa.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan terdapat kesenjangan antara pasokan dan permintaan sehingga terpaksa kekurangan dipenuhi melalui impor. Kementerian mencatat produksi gula berbasis tebu hingga akhir tahun lalu mencapai 2,17 juta ton, sedangkan kebutuhan gula nasional mencapai 6,6 juta ton.

"[Kesenjangan terjadi ] terutama [pada produk] raw sugar atau gula kristal mentah untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019).

Airlangga menambahkan saat ini produksi gula nasional ditopang oleh 48 pabrik gula milik badan usaha milik negara (BUMN), dan 17 pabrik gula milik swasta. Sementara itu, sebanyak 12 pabrik baru yang akan didirikan di Jawa dan luar Jawa akan diberikan insentif oleh pemerintah.

Di sisi lain, Airlangga mengemukakan kementerian telah berupaya menekan volume impor. Izin kuota impor gula industri pada tahun ini turun 22,22% menjadi sekitar 2,8 juta ton dari realisasi impor pada tahun lalu sebanyak 3,6 juta ton.

Menurutnya, pemotongan kuota pada tahun ini disebabkan oleh ketersediaan stok gula impor sekitar 1 juta ton di gudang-gudang industri.

Guna menekan volume impor, ujarnya, Kementerian juga aktif mendorong investasi industri gula terintegrasi dengan kebun dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

Airlangga mengutarakan bahwa total investasi sejak 9 tahun terakhir mencapai Rp30 triliun. Investasi tersebut mencakup 12 pabrik gula baru, termasuk dua pabrik gula akan beroperasi pada 2019-2020, serta satu pabrik gula yang sudah melakukan perluasan.

Kementerian mencatat kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) atau gula mentah yang telah mengalami proses pemurnian untuk sektor industri makanan dan minuman (mamin) serta industri farmasi meningkat setiap tahun. Kebutuhan GKR naik sekitar 5%--6% per tahun atau mengikuti pertumbuhan industri mamin dan farmasi yang tumbuh di atas 7 % per tahun.

Airlangga berujar bahwa industri mamin tumbuh 7,91%, sedangkan industri farmasi tumbuh 7,51% pada kuartal I/2018. Kementerian memproyeksikan pertumbuhan kedua sektor tersebut di atas 7%--8% pada akhir tahun ini.

Menurut Airlangga, petani tebu dapat berkontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan gula nasional karena hasil tebu yang berkualitas akan menghasilkan rendemen gula yang tinggi. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu memberikan stimulus bagi petani tebu agar tidak beralih ke tanaman lain yang dikhawatirkan akan semakin menurunnya produksi gula nasional. (bis)

- Tag : Pemerintah

- Penulis :

- Editor :

- Foto By : Google


  • Pemerintah Target 81 Juta Generasi Milenial Nikmati Program Satu Juta Rumah
  • Pasar Rakyat Kota Malang akan Dikenalkan pada IT
  • Pemerintah Kembangkan IKM Kelapa Terpadu Jambi-Gorontalo
  • Kementan Imbau Petani Mewaspadai Datangnya El Nino
  • Pemerintah Prioritaskan Proyek Pengembangan Kilang Cilacap
  • Pengusaha Puas Jokowi Menang Hitung Cepat
  • Pemilu Aman 2019 Bakal Kerek Investasi ke Indonesia
  • Menko Darmin Masih Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
  • Darmin: Pemerintah Sudah Siapkan Perencanaan Ekonomi 5 Tahun
  • Luhut Yakin Usai Pemilu Aliran Modal Asing Mengalir Deras
  • Menkeu: Usai Pemilu, Keyakinan Pasar Kembali
  • Menperin Yakin Iklim Investasi Tumbuh Usai Pilpres
  • Mendag: Dunia Usaha Makin Yakin dengan Indonesia
  • Ekonomi Pancasila Wujudkan Pemerataan dan Kemakmuran
  • Subak di Bali Dapat Pelatihan Pengoperasian Alsintan
  • Mentan Amran Sebut B100 Jadi Perlawanan Diskriminasi Kelapa Sawit Uni Eropa
  • SPH dan Kadin Sinergi Dorong Percepatan Industri 4.0
  • Jokowi Ingin Industri Halal Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
  • Jokowi Janji Segera Tandatangani RPP Jaminan Produk Halal
  • KKP Dukung Pengembangan Ekonomi Sirkular